Motor Honda ADV terkenal nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh. Namun, sebagian pengguna bisa merasakan getaran yang cukup mengganggu ketika motor melaju pada kecepatan rendah. Getaran biasanya terasa pada bagian setang, dek kaki, jok, atau bodi motor. Kondisi tersebut dapat muncul sesekali atau terus terasa setiap kali pengendara membuka gas dari posisi berhenti.
Lalu, kenapa ADV bergetar saat kecepatan rendah? Penyebabnya bisa berasal dari sistem CVT, kampas kopling, v-belt, roller, roda, hingga kondisi mesin. Karena itu, pengendara perlu mengenali sumber getaran sebelum menentukan langkah perbaikan.

Penyebab ADV Bergetar Saat Kecepatan Rendah
Getaran pada ADV tidak selalu menandakan kerusakan serius. Komponen yang mengalami keausan ringan atau kotor juga dapat menimbulkan gejala serupa. Berikut beberapa penyebab yang paling sering muncul.
1. Kampas Kopling Ganda Kotor
Sistem transmisi otomatis menggunakan kopling ganda untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Ketika motor mulai bergerak, kampas kopling akan mencengkeram rumah kopling secara bertahap.
Jika debu menumpuk pada area CVT, permukaan kampas dan rumah kopling dapat kehilangan daya cengkeram yang stabil. Akibatnya, kopling bisa mencengkeram dan melepas secara tidak konsisten.
Kondisi tersebut sering menimbulkan getaran ketika ADV mulai bergerak atau melewati kecepatan rendah. Pengendara biasanya merasakan motor seperti bergetar atau berdenyut saat membuka gas secara perlahan.
Membersihkan area CVT secara berkala dapat membantu mengurangi masalah tersebut. Jika kampas sudah aus atau permukaannya tidak lagi rata, teknisi dapat memeriksa dan menggantinya sesuai kebutuhan.
2. Rumah Kopling Mengalami Masalah
Selain kampas, kondisi rumah kopling juga dapat memengaruhi kenyamanan motor. Permukaan rumah kopling yang kotor, terlalu panas, atau tidak rata dapat membuat kampas mencengkeram secara tidak sempurna.
Akibatnya, motor bisa menghasilkan getaran ketika kopling mulai bekerja. Getaran biasanya semakin terasa ketika pengendara membawa beban tambahan atau sering berkendara dalam kondisi stop-and-go.
Karena itu, pemilik ADV sebaiknya meminta teknisi memeriksa kampas dan rumah kopling secara bersamaan. Pemeriksaan menyeluruh akan membantu menemukan sumber masalah dengan lebih cepat.
3. Roller CVT Mulai Aus
Roller memiliki peran penting dalam mengatur perpindahan rasio pada sistem CVT. Komponen ini bekerja mengikuti putaran mesin dan membantu pulley mengubah posisi sesuai kebutuhan.
Ketika roller mengalami keausan, permukaannya dapat menjadi tidak rata. Kondisi tersebut membuat pergerakan pulley tidak lagi berjalan secara optimal.
Pada kondisi tertentu, roller yang aus dapat membuat motor terasa bergetar ketika pengendara berakselerasi pada kecepatan rendah. Selain getaran, pengendara juga bisa merasakan respons gas yang kurang halus.
Oleh sebab itu, pemilik ADV perlu memeriksa kondisi roller saat melakukan servis CVT. Jika teknisi menemukan permukaan roller sudah tidak rata, penggantian dapat mengembalikan kerja CVT agar lebih optimal.
4. V-Belt Mengalami Keausan
V-belt meneruskan tenaga dari pulley depan menuju pulley belakang. Komponen ini bekerja terus-menerus selama motor berjalan sehingga lama-kelamaan dapat mengalami keausan.
V-belt yang sudah menipis, retak, atau mengalami perubahan bentuk dapat mengganggu kerja CVT. Pada kondisi tertentu, gangguan tersebut bisa membuat perpindahan tenaga terasa kurang halus.
Namun, pengendara sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa v-belt menjadi penyebab utama. Teknisi perlu memeriksa seluruh sistem CVT karena beberapa komponen dapat menghasilkan gejala yang hampir sama.
5. CVT Mengalami Penumpukan Debu
Area CVT dapat mengumpulkan debu dari gesekan komponen selama motor digunakan. Debu tersebut dapat bercampur dengan kotoran dan menempel pada komponen CVT.
Jika pemilik jarang melakukan perawatan, penumpukan kotoran dapat memengaruhi kerja kampas kopling, pulley, dan komponen lainnya. Akibatnya, motor dapat menghasilkan getaran saat mulai bergerak.
Karena itu, servis CVT tidak hanya bertujuan mengganti komponen yang rusak. Pembersihan juga membantu menjaga setiap komponen bekerja secara lebih konsisten.
6. Tekanan Ban Tidak Sesuai
Kondisi ban juga dapat memengaruhi rasa berkendara pada kecepatan rendah. Ban dengan tekanan terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat motor terasa kurang stabil.
Selain itu, ban yang sudah aus tidak merata dapat menghasilkan sensasi getaran ketika motor bergerak. Permukaan ban yang tidak rata juga dapat memengaruhi kenyamanan saat melewati jalan tertentu.
Pengendara sebaiknya memeriksa tekanan ban secara rutin dan menyesuaikannya dengan rekomendasi Honda untuk tipe ADV yang digunakan. Dengan tekanan yang tepat, motor dapat bergerak lebih stabil dan nyaman.
7. Kondisi Velg Tidak Optimal
Benturan keras dengan lubang atau permukaan jalan dapat memengaruhi kondisi velg. Velg yang mengalami perubahan bentuk dapat membuat putaran roda menjadi kurang sempurna.
Getaran akibat masalah roda biasanya tidak hanya muncul ketika motor mulai bergerak. Pengendara dapat merasakan gejala tersebut pada rentang kecepatan tertentu.
Jika ADV pernah mengalami benturan keras, pemeriksaan velg dan roda menjadi langkah yang tepat. Teknisi dapat mengecek keseimbangan serta kondisi komponen roda untuk memastikan semuanya tetap aman.
8. Baut dan Komponen Motor Kurang Kencang
Getaran kecil juga dapat muncul akibat baut atau komponen tertentu yang tidak memiliki kekencangan sesuai. Getaran mesin kemudian dapat merambat ke bodi dan membuat pengendara merasa motor bergetar lebih kuat.
Kondisi ini bisa muncul setelah motor melakukan perbaikan, mengalami benturan, atau digunakan secara intensif dalam waktu lama.
Teknisi dapat memeriksa bagian yang berpotensi menimbulkan getaran dan memastikan setiap pengikat berada dalam kondisi yang sesuai. Jangan mengencangkan baut secara sembarangan karena beberapa komponen membutuhkan tingkat kekencangan tertentu.
Cara Mengatasi ADV yang Bergetar Saat Kecepatan Rendah
Setelah mengetahui beberapa penyebabnya, pengendara dapat melakukan beberapa langkah pemeriksaan. Mulailah dari hal sederhana sebelum memeriksa komponen yang lebih kompleks.
Pertama, periksa tekanan dan kondisi ban. Pastikan permukaannya tidak aus secara tidak merata dan tidak menunjukkan kerusakan.
Selanjutnya, perhatikan kapan getaran muncul. Jika getaran terasa terutama ketika motor mulai bergerak dari posisi berhenti, sistem CVT dan kopling layak mendapatkan perhatian lebih.
Setelah itu, lakukan pemeriksaan CVT di bengkel yang memiliki teknisi berpengalaman. Teknisi dapat membersihkan ruang CVT sekaligus memeriksa kampas kopling, rumah kopling, roller, pulley, dan v-belt.
Jika pemeriksaan menemukan komponen yang sudah aus, lakukan penggantian sesuai kondisi. Hindari mengganti banyak komponen sekaligus tanpa pemeriksaan karena tindakan tersebut dapat meningkatkan biaya perawatan tanpa menyelesaikan sumber masalah.
Kebiasaan yang Membantu Mencegah Getaran
Pemilik ADV dapat mengurangi risiko munculnya getaran dengan menjaga jadwal perawatan. Servis CVT secara berkala membantu mencegah debu dan kotoran menumpuk terlalu lama.
Selain itu, gunakan motor dengan cara yang wajar. Hindari kebiasaan membuka gas secara agresif ketika motor baru mulai bergerak karena kebiasaan tersebut dapat memberikan beban lebih besar pada sistem transmisi.
Periksa juga kondisi ban secara rutin. Tekanan ban yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membantu menjaga stabilitas motor.
Jika motor sering digunakan di jalan yang berdebu, berlumpur, atau mengalami kemacetan panjang, pemilik sebaiknya lebih memperhatikan kondisi CVT. Lingkungan dan pola penggunaan dapat memengaruhi kondisi komponen motor.
Kapan ADV Perlu Dibawa ke Bengkel?
Getaran ringan yang muncul sesekali belum tentu menunjukkan masalah besar. Namun, pengendara perlu segera melakukan pemeriksaan jika getaran semakin kuat atau muncul bersama gejala lain.
Contohnya, motor terasa tersentak ketika mulai berjalan, muncul suara aneh dari area CVT, akselerasi menjadi tidak stabil, atau performa motor menurun. Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan langsung agar kerusakan tidak berkembang.
Jangan menunda pemeriksaan jika getaran muncul setelah motor mengalami benturan keras. Masalah pada roda, velg, atau komponen lainnya dapat memengaruhi keselamatan berkendara.
Pada akhirnya, kenapa ADV bergetar saat kecepatan rendah bisa memiliki beberapa jawaban. Sistem CVT, kampas kopling, rumah kopling, roller, v-belt, ban, hingga kondisi roda dapat menjadi penyebabnya. Karena setiap masalah menghasilkan gejala yang hampir sama, pemeriksaan secara menyeluruh menjadi cara terbaik untuk menemukan sumber getaran.
Dengan melakukan perawatan rutin dan segera memeriksa gejala yang tidak normal, pemilik ADV dapat menjaga performa motor tetap nyaman. Selain itu, perawatan yang tepat membantu mencegah kerusakan komponen menjadi lebih besar dan menjaga pengalaman berkendara tetap aman setiap hari.
